Change Language 
Add to Favorites
CC.CC Store
Home > makalah sejarah peradaban islam, masa bani umayah
Shop your Favorite Categories
Antiques
Art
Baby
Books
Business & Industrial
Cameras & Photo
Cell Phones & PDAs
Clothing, Shoes & Accessories
Coins & Paper Money
Collectibles
Computers & Networking
Crafts
Dolls & Bears
DVDs & Movies
Electronics
Entertainment Memorabilia
Health & Beauty
Home & Garden
Jewelry & Watches
Motors
Music
Musical Instruments
Pottery & Glass
Specialty Services
Sporting Goods
Sports Mem, Cards & Fan Shop
Stamps
Toys & Hobbies
Travel
Video Games
Everything Else
Please select countries
Select Countries Select Countries
All Countries
Featured WebStores
Brand new , original , ready to be use with all network , unlocked
www.mobile-storelimited.cc.cc
If you have $1, your Ad here.
makalah sejarah peradaban islam, masa bani umayah
Books  (makalah)

BAB I
PENDAHULUAN
Sejarah umat manusia adalah sejarah tentang perebutan kekuasaan, menang menjadi raja, kalah menjadi budak atau mati dimakan cacing. Pada dasarnya kerakusan menjadi penguasa adalah penyakit bagi manusia, karena untuk menjadi penguasa manusia harus saling membunuh satu sama lain, dan itu sudah dibuktikan oleh sejarah. Imperium Romawi dan Persi adalah dua imperium yang paling besar daerah jajahanya pada sekitar abad ke-5. Setelah kelahirannya Islampun ikut andil dalam dunia perpolitikan khususnya di daerah Timur Tengah. Dengan tujuan yang berbeda dari Negara Imperium yang lain, Islam mulai melakukan perluasan wilayah. Akan tetapi seirirng berjalanya waktu kelihatanya tujuan seperti itu sudah banyak diabaikan oleh para politikus dan pemimpin Islam. Karena peperangan sesama orang Islam adalah pintu bagi kejatuhan suatu daulah. Daulah Umayyah bersekutu dengan tentara Syiria menyerang Ali dengan tujuan ingin merebut kekuasaan. Juga dinasti Abbasiyyah menyerang Umayyah demi kekuasaan untuk menjadi orang nomor satu yang dihormati oleh semuanya.
Pada makalah ini, penulis akan mencoba menjelaskan sekelumit perjalanan dinasti Umayyah dari mulai janin, kelahiran, dan pertumbuhan serta kematian dinasti itu. Dinasti Umayyah adalah cikal bakal suatu Dinasti yang memperkenalkan system Monarki Heridetis dalam konstalasi kepenimpinanya kepada dunia perpolitikan Islam. Sistem politik yagn menurut penulis sangat kotor, karena dalam system ini hak raja tidak dapat diganggu gugat, tidak ada kesempatan bagi orang yang tidak memiliki darah ningrat,, untuk ikut duduk di kursi kekhalifahan. Sisten penerintahn dimonopoli oleh raja dan para kroninya. Rakyat tidak boleh membuka mulut dan mati adalah satu-satunya pilihan bagi orang yang mencoba melaawan tindakan raja. Tak urung Rakyat hanya jadi budak nafsu kekuasaan sang Raja. Nepotisme menjalar ke semua lapisan pemerintahan. Sungguh pengingkaran teradap al-Qur’an mereka lakukan dengan sengan hati. Betapa tidak dapat sebagai pengingkaran? Dalam al-Qur’an terdapat ayat yang memerintahkan kepada kita untuk memusyawarahkan segala sesuatu.
                              •     Apalagi dalam hal konstalasi kepemimpinan, karena hal itu adalah hal yang sangat penting dan menyangkut kepentingan orang banyak. Tapi justru dalam hal yang sangat penting itu mereka seperti Tuhan dalam setiap pilihanya. Dan system itulah yang sampai sekarang masih dianut oleh bangsa Saudi Arabia.
Semoga makalah yang penuh kekurangan ini dapat memberikan sumbangsih bagai dunia pendidikan kita, khusunya dalam bidang sejarah dan ilmu social serta politik









BAB II
PEMBAHASAN
Daulah Umayyah atau dinasti Bani Umayyah berasal dari nama “Umayyah ibn ‘Abdi Syams ibn Abdi manaf”, ia adalah salah satu poimpinan Quraisy pada zaman jahiliyyah. Bani Umayyah sendiri masuk Islam setelah Rasulullah menaklukan kota makkah yang dikenal dengan “fathu makkah”. Umayyah sebenarnya menginginkan jabatan kekhalifahan setelah sepeninggal Rasulullah tapi mereka belum berani menampakkan keinginanya padan masa Abu Bakar dan Umar. Setelah Umar meninggal Bani Umayyah secara terang-terangan menyokong pencalonan kekhalifahn Usman. Ketika Usman memimpin Muawiyyah mulai meletakkan dasar-dasar u ntuk menegakkan khilafah Umayyah, ia mencurahkan seluruh tenaganya untuk memperkuat dirinya dan menyiapkan daerah Syam sebagai pusat kekuasaanya dikemudian hari.
Setelah USman terbunuh dan Ali naik tahta,, Muawiyah selaku gubernur di Syam membuat partai yang kuat dan menolak untuk memenuhi periintah-perintah Ali. Ia mendesak diusutnya pembunuh Usman, ia juga mengancam apabila tidak diusut ia akan menyerangnya bersama-sama tentara Syiria. Akhirnya perang shiffinpun terjadi, dalam perang itu pasukan Muawiyyah hamper klalah dan pada saat itu “Amru ibn ‘Ash” menasihati Muawiyyah untuk mengangkat Al-Qur’an diujungn lembing-lembing mereka sebagai tanda perdamaian. Tapi Ali tidak mau tertipu dan ia menyuruh pasukanya agar jangan memperdulikan dan menyerangnya terus-menerus, akhirnya terjadilah perpecahan dalam tubuh tetntara Ali, dan akhirnya Ali terpaksa menghentikan serangan dan berjanji untuk menerima tahkim. Dari pihak Ali mengirimkan Abu Musa al-Asy’ari dari pihak Muawiyyah mendelegasikan Amru ibn ‘Ash. Ternyata dari tahkim itu banyak pengikuut Ali yang tadinya setia denganya berubah menjadi ingkar. Dari peristiwa itu memunculkan tiga golongan:
 Bani Umayyah dan pendukungya, dipimpin oleh Muawiyyah
 Syiah, adalah golongan yang mendukung dan tetap detia terhadap Ali
 Khawarij, adalah golongan yang tadinya mendukung Ali kemudian berbalik menjadi musuh. Khawarij tidak hanya memusuhi Ali, tapi juga memusuhi Umayyah. Mereka menganggap keduanya temlah sesat.
Kaum khawarij bercita-cita merebut massa Islam dari Ali dan Muawiyyah, mereka bertujuan menumpas Ali, Muawiyyah, dan Amru ibn ‘Ash. Karena merek menganggap merek aadalah biang keladi pergolakan-pergolakan dalam tubuh Islam. Akhirnya pada tanggal 20 Ramadhan 40 H/ 660 M salah satu dari anggota khawarij berhasil membunuh Ali di Masjid kuffah.
PARA KHALIFAH BANI UMAYYAH
Kematian Ali dianggap peluang emas bagi berdirinya dinasti Umayyah, nuntuk merealisasikan program-programnya setelah kemenagnan mereka dalam tahkim. Pada tahun 41/661 M Muawiyyah memasuki kota Kuffah dan Sumpah jabatan disaksikan dihadapana orang banyak termasuk diantaranya Hasan dan Husein, tahun itu dalam sejarah dikenal sebagai tahun jama’ah.
Daulah Umayyah berdiri selama 92 tahun dan diperintah oleh 14 khalifah, mereka adalah;
 Muawiyyah (41H/661M)
 Yazid I(60H/680M)
 Muawiyyah II (64H/683M)
 Abdul Malik (65H/685M)
 Walid I(86H/705M)
 Sulaiman (96H/715M)
 Umar II (99H/717M)
 Yazid II(101H/720M)
 Yazid III (126H/744M)
 Ibrahim (126/744M)
 Marwan II (127-132/744-750M)
Dari daftar khalifah diatas, Daulah Umayyah dapat dibagi menjadi tiga masa:permulaan, Perkembangan, Keruntuhan.
Masa-masa permulaan dijalani oleh Muawiyyah dengan meletakkan dasar-dasar pemerintahan dan orientasi kekuasaan; pembunuhan terhadap Husein, perampasan kota Madinah, penyerbuan kota Makkah pada masa Yazid I, dan perselisihan terahadap suku-suku Arab pada masa Muawaiyyah II.
Kaejayaan Umayyah dimulai pada masa pemerintahn Abdul Malik. Ia dianggap sebagai pendiri daulah Umayyah kedua, karena dapat mencegah disintegrasi yang telah terjadi sejak masa Marawan. Abdul Malik berhasil menyempurnakan administrasi pemerintahn dinasti Umayyah. Masa WAlid I, merupakan periode kemenangan, kemakmuran dan kejayaa. Negara Islam meluas ke Barat dan Timur, beban hidup masyarakat mulai terasa ringan, pembangunan kota-kota dan gedung-gedung umum seperti masjid dan perkantoran mendapat perhatian yang cukup serius.
Kejayaan bani Umayyah bverakhir pada masa pemerintahan Umar II, ia terpeklajar dan taat beragam, ia juga meripaakn pelopor penyebaran agama Islam. Pemerintahanya termasyhur sebgaimana pemerintahan Abu Bakar dan Umar.
Sepeninggal Umar II, kekhalifahan mulai melemah dan akhirnya hancur. Para khalifah selalu mengorbankan kepentingan umum untuk kesenangan pribadi. Perselisihan antar putra mahkotan serta perselesihan antar pemimpin ndaerah (Gubernur) merupak dalah satu sebab yang membawa kehancuuran kekuasaan bani Umayyah. Pada tahun 750M, daulah Umayyah digulingkan Bani Abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim al-Khurasani. Marwan bin Muhammad, khalifah terakhir bani Umayyah melarikan diri ke Mesir, ditangkap dan dibunuh di sana.
SISTEM DAN JALANNYA PEMERINTAHAN
Pergantian pemerintahan pada Muawiyyah mengakhiri system pemerintahan Demokrasi Syoro, pemerintahan menjadi monarki Heridetis/monarki Absolut. Penggantian khalifah seperti ini dimulai dari sikap Muawiyyah yang mengangkat anaknya, Yazid sebagai putra mahkota. System ini diadopsi Muawiyyah dari Syiria selama ia menjadi Gubernur di sana. Ia ingin mencintoh monarki absolute yang dijalankan oleh Persia dan Byzantium.
Muawiyyah mengadakan perubahan-perubahan administrasi pemerintahan, dibentuk juga pasukan bertombak pengawal Raja, dan dibangun bangunan khusus di dalam Masjid sebagai pengamanan tatkala ia menjalankan shalat. Ia juga memperkenlakan materai resmi untuk pengiriman memorandum yang berasal dari khalifah. Muwaiyyah yang pertama-tama mendirikan balai-ba;lai pendaftaran dan menaruh perhatian terhadap jawatan pos, yang tidak lama kemudian berkembang menjadi susunan teratur, yang menghubungkan berbagai bagian Negara.
Pada masa Bani Umayyah dibentuk Diwan al-Kitabah (Dewan Sekretaris Negara)untuk mengurus berbagai urusan pemerintahan, yang tediri dari lima orang sekretaris, yaitu:
 Kati bar-Rasail
 Katib al-Kharaj
 Katib al-Jund
 Katib as-Syurtah
 Katib al-Qadi
Pada masa Abdul Malik, jalanya pemerintahan ditentukan oleh empat departemen pokok:
 Kementrian pakjak tanah, tugasnya mengawasi departemen keuangan.
 Kementrian Khatam, yang bertugas merancang dan mengesahkan ordonansi pemerintah.
 Kementrian surat-menyurat, dipercayakn untuk mengontrol pemasalahn di daerah-daerah dan semkua komunikasi dari Gubernur-gubernur.
 Kementrian urusan perpajakan.
Bahasa administrasi yang berasal dari bahasa Yunani dan Persia diubah dalam bahasa Arab dimulai pada masa A. Malik pada tahun 85H/704M.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEHANCURAN DAULAH UMAYYAH
 Ketidakjelasan dalam pergantian kepemimpinan menyebabkan terjadinya persaingan yagn tidak sehat dalam di kalangan keluarga Istana.
 Latar belakang ternbentuknya dinasti Umayyah tidak bisa dipisahkan dari konflik-konflik politik. Penumpasan terhadap gerakan-gerakan oposisi banyak menyedot kekuatan pemerintah.
 Hidup mewah dilingkungan istana, sehingga anak-anak khlaifah tidakk sanggup memikul beban berat kenegaraan tatkala mereka diwarisi kekuasaan.
 Munculnya kekuatan baru yagn dipelopori oleh keturunan al-Abbas ibn Abd Al Muthalib. Gerakan ini mendapat dukungan penuh dari bani Hasyim dan golongan Syi’ah, dan kaum mawalli merasa dikelasduakan oleh pemerintah bani Umayyah.





BAB III
PENUTUP
Dinasti Umayyah adalah dinasti yang system pemerintahanya mengadopsi system pemerintahan asing. Dari uraian makalah diatas kiranya dapat disimpulkan beberapa macam kesimpulan:
 Umaayyah adalah daulah yang pertama kali memperkenalkan system administrasi barat dalam dunia pemerintahan Islam.
 Umayyah adalah daulah yang pertama kali memperkenalkan monarki Heridetis yang sebenarnya tidak dikenal dalam Islam , baik dalam al-Qur’an maupun Hadis
 Umayyah adalah pemerintahan yang menggunakan peperangan dalam merebut kekuasaan dari orang lain.
 Pada masa Umayyah Islam teersebar sampai ke Eropa seperrti: Spanyol, Barcelona, Seville, Malaga, Elvira dan Cordova (keterangan mengenai ini tidak secara jelas diterangkan dalam pembahasan)
Sisi lain dari kebrurukan system pemerintahan monarki heridetis adalah system pemerintahn itu tidak menimbulkan banyak korban meninggal dalam setiap pergantian khlaifah. Seperti pada masa Ali dan Muawiyah.
Akhirnya kitalah yang harus bercermin dari pemerintahan yang tinggal menjadi sejarah tersebut, karena memang kegunaan dari mempelajari sejarah adalah sebagai cerminan bagi perjalan kita bagi masa lalu. Meminjam kata-kata Pramoedya Ananta Toer “Kita harus sudah adil sejak dalam pikiran”. Kita harus adil karena kita semua pasti menjadi pemimpin walau bagi diri sendiri, dan syarat utama bagi pemimpin adalah adil, karena keadilanlah yang akan membawa kita pada kemakmuran dan kesejahteraan.


DAFTAR PUSTAKA

Ibrahim, Hassan, Sejarah dan Kebudayaan Islam, terj. Jahdan Ibnu Human (Yogyakarta: Kota Kembang, 1989)

Sodiqin, Ali. Fathurrahman, Dudung, dkk., Sejarah Peradaban Islam (dari masa klasik hingga masa Modern),cet Ke-II(Yogyakarta: LESFI, 2004 )

Syalaby, Ahmad, Sejarah dan Kebudayaan Islam, I, terj. Muhtar Yahya (Jakarta: Pustaka Al-Husna, 1983)

Yatim, Badri, Dr., MA, Sejarah Peradaban Islam (Dirasah Islamiyyah II), (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 1993 )




Ships to: Worldwide


View seller's other items : Store | List | Report item | Ask seller a question
Address : jl. Raden Ronggo KG II/982, kotagede, yogyakarta, yogyakarta,DIY, Indonesia, 5517 | Telephone : (0247)374469
Email : | Instant messenger : co.id (Yahoo!)
Name : ihsan yasin | Company : sanggar sangkal
Home | About Us | Privacy | Agreement | Contact Us
Copyright � CO.CC Inc. All Rights Reserved.
Use of this service constitutes your acceptance of the CC.CC Store's privacy policy.